Langsung ke konten utama

Postingan

Coronavirus, SARS-Cov-2, dan COVID-19

Virus ialah substansi biologi paling banyak dari muka bumi ini. Virus tidak dipandang seperti makhluk hidup. Oleh karena itu dikatakan sebagai “substansi biologi”. Untuk perbanyak diri, virus mengontaminasi alias bajak sel hidup. Virus masukkan resep pembikinan elemen virus (RNA atau DNA) hingga sel yang terkena akan membuat dan beberapa virus baru juga dibuat. Ilustrasi infeksi virus. Protein pada virus berikatan dengan reseptor pada permukaan sel (no. 1). Sesudah masuk ke sel, virus melepas materi genetiknya (DNA atau RNA) (no. 2), yang berbentuk perintah (resep) untuk membikin protein elemen virus (no. 3). Virus baru dilepaskan dari dalam sel lewat budding (membuat “tunas “), atau sel lisis yang remuk (no. 4). Virus bisa dikelompokkan ke filum, ordo, dan kerabat berdasar materi genetik yang mereka membawa (DNA atau RNA), inang yang mereka serang, dan beragam persyaratan yang lain. Kerabat atau keluarga virus yang saat ini sedang marak dibahas ialah Coronavirus. Coronavirus (CoV...

Kaya dengan Membaca

“Buku ialah gudang pengetahuan”, tentu pembaca tidak asing dengan peribahasa itu. Buku memang sumber ilmu dan pengetahuan hingga untuk ketahui pengetahuan yang berada di dalam buku itu kita perlu membacanya. Tetapi, di zaman yang serba hebat ini budaya membaca buku secara utuh perlahan-lahan tergeser. Beberapa orang memiliki pendapat membaca buku habiskan waktu lama, sedang sekarang ini telah ada tehnologi yang menolong kita cari apa yang diharapkan lebih cepat dan tepat. Kemajuan tehnologi pada beberapa manusia membuat pengurangan ketertarikan membaca buku, tingkatkan skema berpikiran ringkas dengan jurus unggulan mesin perayap di internet. Menurut Smith, seperti diambil oleh Ginting (2005), “Membaca sebagai proses yang membuat sebuah pengetahuan sari bacaan (text) yang tercatat,” hingga membaca sebagai hal yang penting, ditambah lagi untuk kelompok siswa. Dari membaca, pelajar lakukan proses belajar langkah pahami bacaan dan mengaitkan isi bacaan itu. Karena ada proses belajar lew...

Mesin Penanak Penentu Kualitas Rasa Nasi

Tahukah teman-teman bahwa mesin penanak yang kita gunakan sehari-hari sangatlah berpengaruh terhadap kualitas nasi yang dihasilkan. Oleh karena itu, untuk mendapatkan kualitas nasi yang baik, mesin penanak nasi ( rice cooker ) haruslah berkualitas. Jepang adalah salah satu negara maju yang mayoritas penduduknya mengonsumsi nasi sebagai makanan pokok. Uniknya, perkembangan teknologi di Jepang tidak hanya sebatas otomotif dan teknologi informasi. Beberapa perusahaan di Jepang bersaing mengembangkan teknologi penanak nasi berkualitas tinggi agar mampu menghasilkan kualitas rasa yang baik. Bahkan banyak mesin penanak diproduksi tidak hanya dengan kemampuan menanak nasi, tetapi juga untuk membuat roti dan memasak bubur dengan kekentalan tertentu. Dalam mendesain sebuah penanak nasi yang berkualitas, ilmu mengenai transfer panas haruslah dikuasai, terutama terkait dengan konduksi dan konveksi. Ketika menanak nasi, proses perpindahaan panas dari mesin penanak ke beras (hingga menjadi nasi)...

Adaptasi Sel terhadap Perubahan Kadar Oksigen

Pada 7 Oktober 2019, Komite Nobel dari Karolinska Institute, Swedia menganugerahkan penghargaan Nobel dalam sektor fisiologi atau kedokteran ke 3 orang sekalian. Tidak berbeda jauh dari tahun awalnya, juara penghargaan Nobel kedokteran kembali lagi dicapai oleh periset yang memiliki kepakaran dalam sektor biologi sel. Mereka ialah William G. Kaelin Jr., Sir Peter J. Ratcliffe dan Gregg L. Semenza. Ke-3 periset ini dipandang sudah berjasa secara mandiri mendapati proses molekuler penyesuaian sel pada peralihan kandungan oksigen. Seperti kita kenali, pemakaian oksigen sebagai salah satunya proses yang terpenting dalam mendukung lanjutan kehidupan. Pemenang Penghargaan Nobel sektor Fisiologi atau Kedokteran 2019. Dari kiri ke kanan: William G. Kaelin, Jr., Gregg L. Semenza dan Sir Peter J. Ratcliffe. Oksigen, yang dikenal juga dengan formulasi O 2 , membuat lebih kurang seperlima udara yang berada di bumi. Makhluk hidup, terutamanya sel hewan, memerlukan oksigen pada proses perpecaha...

Literasi Digital dalam Penggunaan Media Sosial

Pada zaman tehnologi 4.0 ini, smartphone bukan hal yang asing untuk angkatan muda. Berlainan dengan beberapa puluh tahun lalu, smartphone sebagai benda terbatas dan cuman dipunyai oleh sedikit orang. Sekarang ini, mayoritas orang mendapat info secara mudah cukup dengan berseluncur lewat handphone dan bebas dalam cari artikel, jurnal, dan sosial media. Berlainan dengan jaman dulu, yang perlu pergi dan lama-lama ke perpustakaan untuk memperoleh info yang diharapkan. Penggunaan sosial media sebagai salah satunya argumen angkatan muda memakai smartphone dan internet. Meski begitu, tehnologi bisa dimisalkan seperti pisau bermata dua. Selainnya memberinya imbas yang memberikan keuntungan, sosial media bisa memberinya dampak yang bikin rugi hingga perlu dipakai dengan arif. Media sosial terbagi dalam beragam jenis tipe, salah satunya adalah social network seperti Facebook dan Twitter, website seperti Blogspot dan WordPress, komunitas seperti Kaskus, video atau foto seperti Youtube dan Ins...

Robot Bedah: Kemajuan Teknologi Kedokteran

Robot Bedah: Kemajuan Teknologi Kedokteran Pernahkah teman-teman mendengar istilah laparoskopi dan endoskopi? Keduanya adalah istilah kedokteran terkait prosedur bedah. Operasi bedah yang dilakukan dengan membentuk sayatan pada bagian perut dikenal sebagai laparoskopi, sementara tindakan nonbedah yang digunakan untuk memeriksan saluran pencernaan pada pasien dikenal sebagai endoskopi. Kebayang, gak , kalau laparoskopi dan endoskopi dapat dilakukan oleh robot? Prosedur bedah menggunakan robot pertama kali didokumentasikan pada tahun 1985 menggunakan robot PUMA 560 dalam biopsi bedah saraf nonlaparoskopi. Robot bedah untuk proses bedah laparoskopi umum pertama kali dikembangkan oleh perusahaan bernama da Vinci Surgery, sekaligus menjadi sistem bedah robotik laparoskopi pertama yang disetujui oleh Food and Drug Administration (FDA). Robot bedah endoskopi sudah terlebih dahulu lahir dengan AESOP yang diproduksi oleh perusahaan Computer Motion menjadi pionir yang disetujui oleh F...

Mengenal Keseimbangan Mikrobiota Usus

Di pada tubuh manusia, ada beragam spesies bakteri dalam jumlah yang menyamakan sel badan manusia. Beberapa bakteri ini hidup di kulit, air liur, gigi, lambung, usus lembut, sampai jumlah terbesar ada pada usus besar. Kehadiran beberapa bakteri ini dan mikroorganisme lain seperti virus, jamur, dan sebagainya, disebutkan dengan mikrobiota usus. Kehadiran mikrobiota usus mempunyai dampak simbiosis dengan manusia tempat bakteri itu tinggal. Simpelnya, kegiatan dari mikrobiota usus bisa memengaruhi kesehatan manusia pada umumnya. Mikrobiota usus bisa dikelompokkan jadi dua sisi khusus yakni bakteri baik dan bakteri jahat. Jika jumlah bakteri baik di usus semakin banyak, kesehatan bisa terbangun. Kebalikannya, jika jumlah bakteri jahat semakin banyak, kita semakin lebih gampang sakit. Keadaan saat jumlah mikrobiota usus tidak imbang disebutkan dengan disbiosis . Salah satunya misalnya ialah kejadian diare. Ketika kita alami diare, jumlah bakteri Escherichia coli yang termasuk dalam bakt...